Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Ekosistem Media Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Ditjen KPM Kemkomdigi), Farida Dewi Maharani, menyatakan pemerintah akan menyiapkan media center bagi jurnalis yang meliput Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8).
Hal tersebut disampaikan Farida Dewi dalam Media Briefing/Diskusi Redaksi (DIKSI) di Antara Heritage, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Farida Dewi menjelaskan, media center hasil kolaborasi Kemkomdigi dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tersebut dirancang dengan kapasitas sekitar 800 orang, yang disediakan untuk mendukung peliputan awak media nasional maupun internasional.
“Registrasi rencananya dibuka awal Maret 2026. Rekan-rekan media bisa mendaftar untuk mendapatkan akses masuk ke media center,” ujarnya.
Media center akan menyediakan berbagai fasilitas pendukung peliputan, termasuk distribusi siaran pers, foto resmi, dan video kegiatan. Selain itu, akan tersedia ruang dialog interaktif, sesi diskusi, hingga area khusus untuk wawancara one-on-one.
“Harapannya media center ini lebih aktif, dengan banyak dialog dan interaksi,” kata Farida.
Pemerintah juga akan meluncurkan situs resmi KTT D-8 yang memuat agenda, substansi pembahasan, serta materi pendukung yang telah disiapkan tim agenda setting. Selain itu, mekanisme joint editor akan diaktifkan guna memastikan koordinasi informasi berjalan optimal.
“Kami ingin memberikan kemudahan bagi media dalam memperoleh rilis, foto, maupun video,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Tri Tharyat, menyambut baik kolaborasi lintas stakeholders dalam menyukseskan gelaran KTT D-8 tersebut, termasuk Kementerian Komdigi yang selalu konsisten mendukung lewat dukungan fasilitas media center.
Karena itu, pihaknya berharap pengalaman dari berbagai penyelenggaraan forum internasional sebelumnya akan menjadi rujukan dalam penanganan media KTT D-8.
Tri menyebut koordinasi lintas kementerian telah dilakukan, termasuk di bawah komando pejabat terkait di bidang komunikasi publik.
“Saya yakin Kemkomdigi, Bakohumas, dan Direktorat Informasi dan Media Kemlu akan merumuskan langkah teknis yang lebih detail terkait penanganan media,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Informasi dan Media Kemlu, Dewi Avilia, menegaskan bahwa tim komunikasi telah bekerja sejak awal dalam menyusun strategi publikasi KTT D-8.
Menurutnya, pola yang diterapkan akan mengacu pada pengalaman penyelenggaraan forum internasional seperti G20, termasuk penyediaan narasumber dan pembaruan informasi secara berkala.
“Bagi kami penting untuk membanjiri ruang publik dengan informasi setiap hari, sehingga ketika KTT berlangsung, isu D-8 sudah menjadi bagian dari percakapan publik,” jelas Dewi.
Ia menambahkan, selain memperkuat publikasi domestik, pemerintah juga menargetkan pemberitaan positif di media internasional agar KTT D-8 mendapat perhatian global.
“Target kami bukan hanya meramaikan ruang publik di dalam negeri, tetapi juga memastikan forum ini dibicarakan di level global,” pungkasnya.