Apr 21, 2026
Artikel

Dari D-8,Semangat Pengembangan Inovasi dan Teknologi Itu Nyata

Bagi organisasi D-8, inovasi dan teknologi adalah hal penting yang tidak boleh dilewatkan untuk dikembangkan lewat kerja sama antarnegara anggota. Sejak didirikan pada 1997 melalui Deklarasi Istanbul di Turki, D-8 terus menjalankan berbagai langkah strategis dalam memperkuat kemitraan inovasi dan teknologi antarnegara anggota.

Salah satu hasil dari kerja sama antarnegara anggota D-8 di bidang inovasi dan teknologi adalah Technology Transfer & Exchange Network (TTEN) D-8, jaringan kerja sama antarnegara untuk memfasilitasi pertukaran teknologi, pengetahuan, dan keahlian industri. Tujuannya adalah mempercepat inovasi, komersialisasi teknologi, dan meningkatkan daya saing ekonomi bersama melalui kemitraan antara pemerintah, universitas, dan industri.

Selain mengembangkan sistem digital seperti TTEN, D-8 juga berupaya mengembangkan hasil inovasi lainnya yang diharapkan bisa membantu kehidupan masyarakat. Pada 2017 misalnya, Nigeria pernah menawarkan sejumlah inovasi di bidang kesehatan agar bisa dimanfaatkan oleh negara anggota lainnya. Inovasi yang dimaksud di antaranya adalah metode pengobatan tukak lambung, vaksin antibisa ular dari protein biji tanaman, hingga pengembangan produksi vaksin tifus.

Indonesia sendiri juga diketahui pernah menawarkan sejumlah inisiatif dalam hal inovasi dan teknologi di hadapan negara-negara anggota D-8. Misalnya saja saat dunia masih bergelut dengan pandemi Covid-19 pada 2021 lalu, Indonesia mengajak pimpinan negara-negara D-8 untuk menolak nasionalisme vaksin. "Indonesia mengajak pimpinan negara-negara D-8 untuk menolak nasionalisme vaksin dan mendukung vaksin yang lebih mudah dijangkau tanpa adanya pembatasan terhadap produksi dan distribusi," demikian kutipan pernyataan resmi tersebut.

Bisa dibilang, pada 2021 adalah masa di mana Indonesia memang getol mendorong pengembangan inovasi dan teknologi di antara negara-negara anggota D-8. Selain vaksin COVID-19, Presiden RI saat itu, Joko Widodo, menyatakan perlunya setiap anggota D-8 mengembangkan sektor teknologi digital. "Pengembangan artificial intelligence, computing power, big data, dan data analytics telah melahirkan terobosan-terobosan baru," ujarnya saat itu. Sektor-sektor tersebut dianggap sebagai ekonomi masa depan.

Bagaimana D-8 bisa begitu perhatian terhadap inovasi dan teknologi? Semua bermula dari Pertemuan ke-4 Working Group on Industrial Cooperation (WGIC) yang berlangsung di Bali pada November 2008 yang menetapkan kerja sama teknologi sebagai pilar utama dalam penguatan sektor industri antarnegara anggota. Langkah awal tersebut kemudian diperkuat dalam pertemuan lanjutan di Teheran, Iran, pada 2010 di mana di sana Kerangka Acuan Kerja (Terms of Reference) bagi Gugus Tugas Kerja Sama Teknologi berhasil disahkan.

Dalam kerangka kerja yang dibentuk ini, negara-negara anggota D-8 berkomitmen untuk menyusun rencana proyek penelitian bersama di bidang industri. Proyek-proyek tersebut dirancang untuk menggenjot pembangunan nasional di setiap negara anggota melalui pertukaran keahlian dan penyediaan sumber daya yang diperlukan secara kolektif.

Selain aspek teknis, gugus tugas ini juga bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi dan pengawasan secara berkala terhadap seluruh proyek kerja sama yang berjalan. Hasil dari pemantauan tersebut akan dilaporkan secara rutin kepada para menteri perindustrian negara anggota dalam setiap pertemuan resmi D-8 guna memastikan progres yang berkelanjutan.

Seiring dengan perkembangan zaman, Gugus Tugas Kerja Sama Teknologi D-8 terus berinovasi guna mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada. Upaya ini dilakukan untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh negara anggota D-8.



Tag:

Artikel Lainnya