Apr 20, 2026
Artikel

Kilas Balik Deklarasi Kairo: Langkah Strategis D-8 Perkuat Integrasi Ekonomi dan Perdagangan Intra-Organisasi

Sebagai organisasi kerja sama ekonomi, sudah tentu D-8 senantiasa mendorong peningkatan ekonomi di antara negara-negara anggotanya yang berjumlah sembilan. Tak terkecuali dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terakhirnya yang diadakan pada 2024 lalu. Saat itu, KTT D-8 diselenggarakan di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, pada 17-19 Desember 2024. Ajang tersebut menjadi momen penting dalam menegaskan komitmen D-8 untuk terus mendorong pengembangan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berkembang. Sebagai blok ekonomi yang menyimpan potensi besar, D-8 memfokuskan agenda 2024 pada integrasi pasar dan kemudahan perdagangan internasional bagi seluruh anggotanya.


Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir secara langsung dalam sesi pleno KTT tersebut tak ketinggalan membahas soal pentingnya pengembangan ekonomi negara-negara anggota D-8. Dalam pidatonya, ia menyampaikan pandangan strategis mengenai arah pembangunan ekonomi organisasi dengan menggarisbawahi bahwa kekuatan negara-negara anggota D-8 merupakan kekuatan yang bersifat transformatif bagi peta ekonomi dunia. Prabowo menekankan perlunya kesadaran kolektif terhadap potensi besar yang dimiliki oleh organisasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya masing-masing.

“Kita harus menyadari bahwa D-8 memang menyimpan potensi yang sangat besar. Secara keseluruhan, D-8 mewakili pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga secara global dengan gabungan PDB sebesar USD4,81 triliun pada 2023,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, besarnya angka PDB tersebut menunjukkan posisi tawar D-8 yang sangat besar di kancah ekonomi internasional. Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh pemimpin negara anggota untuk memanfaatkan kekuatan ini secara berkeadilan bagi kepentingan bersama. Ada sejumlah gagasan yang disampaikan Prabowo agar potensi ekonomi anggota D-8 bisa dimaksimalkan. Misalnya saja, ia mengusulkan pemanfaatan ekonomi biru sebagai salah satu pilar kerja sama strategis baru di lingkungan D-8. Prabowo juga mendorong penguatan rantai nilai halal melalui pengembangan D-8 halal economic network guna mengoptimalkan potensi pasar halal dunia yang kian berkembang. Melalui pemanfaatan sektor-sektor unggulan ini, diharapkan integrasi ekonomi antarnegara anggota dapat semakin dalam dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku usaha di masing-masing negara.

Selain fokus pada sektor spesifik, Prabowo juga menyuarakan perlunya tatanan global yang lebih transparan dan berpihak pada kesejahteraan negara berkembang.

“Kita juga harus terus mengadvokasi tatanan global yang lebih adil berdasarkan hukum internasional, inklusivitas, keadilan, dan kesejahteraan bersama,” tegasnya di hadapan para delegasi. Pernyataan itu menegaskan posisi Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak ekonomi yang setara bagi seluruh negara anggota D-8 di kancah diplomasi global.

KTT di Mesir akhirnya melahirkan kesepakatan penting melalui Deklarasi Kairo yang merinci sejumlah inisiatif ekonomi fundamental. Inisiatif utamanya yakni operasionalisasi penuh dari Perjanjian Perdagangan Preferensial (D-8 Preferential Trade Agreement atau D-8 PTA), Perjanjian Multilateral tentang Bantuan Administrasi dalam Masalah Pabean, serta Perjanjian Penyederhanaan Prosedur Visa bagi Pebisnis. Langkah-langkah ini diambil untuk mempercepat kerja sama ekonomi, memfasilitasi perdagangan, serta meningkatkan mobilitas pelaku bisnis di antara negara-negara anggota secara lebih dinamis.

Ada pula momentum bersejarah berupa ratifikasi D-8 PTA oleh Mesir yang menandai keberhasilan seluruh negara anggota dalam menjadi bagian resmi dari kontrak perjanjian tersebut. Para pemimpin D-8 menegaskan kembali target ambisius nilai perdagangan intra-D-8 sebesar USD500 miliar pada tahun 2030, sesuai dengan peta jalan sepuluh tahun organisasi. Selain itu, terdapat kesepakatan untuk memperluas cakupan produk yang diperdagangkan guna memperdalam integrasi ekonomi serta mendorong pertumbuhan investasi yang lebih luas.

Hasil KTT juga mencakup adopsi Protokol Mekanisme Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Mechanism atau DSM) dan Strategi Fasilitasi Perdagangan D-8 untuk menyederhanakan prosedur pabean. D-8 juga berencana mentransformasi D-8 PTA menjadi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement atau CEPA) untuk memperluas peluang perdagangan dan menarik lebih banyak investasi asing.

Tak hanya aktivitas ekonomi yang digerakkan pemerintah, sektor swasta turut dilibatkan menjadi bagian penting dari kesepakatan yang dicapai di Kairo. Para pemimpin mendorong berbagai inisiatif seperti penggunaan Kartu Pembayaran D-8 untuk transaksi keuangan, pembentukan Pusat Ekonomi Kreatif dan Keuangan D-8, hingga sistem Perdagangan Barter Generasi Baru melalui kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri D-8 (D-8 Chamber of Commerce and Industry atau D-8 CCI). Semua itu bertujuan untuk meningkatkan keterhubungan ekonomi dan mempromosikan inovasi melalui partisipasi aktif sektor swasta di seluruh wilayah anggota.

Deklarasi Kairo itu menjadi landasan bagi arah perkembangan ekonomi D-8 dalam menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan inisiatif sektor swasta diupayakan untuk mewujudkan target-target ekonomi yang telah ditetapkan. Melalui semangat inklusivitas dan kesejahteraan bersama, D-8 terus dijalankan sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara berkembang di dunia internasional.


Tag:

Artikel Lainnya