Ada fakta menarik dari organisasi D8, yakni anggotanya bukan berjumlah delapan, melainkan sembilan. Adapun kesembilan negara anggota D8 adalah Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Indonesia.
Developing Eight alias D8 telah hadir sebagai wadah bagi negara-negara berkembang untuk mempererat kerja sama ekonominya. Lewat beragam bentuk kemitraan, negara-negara anggota D8 terus berupaya memaksimalkan potensinya di bidang perdagangan dengan berpegang pada visi yang sama.
D8 bermula pada 15 Juni 1997. Saat itu, delapan negara berkembang anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sepakat mendirikan organisasi D8. Adapun negara-negara tersebut adalah Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan tentunya Indonesia.
Hingga saat ini, kedelapan negara tersebut masih menjadi anggota D8 dan belum pernah ada negara yang mengundurkan diri atau dikeluarkan dari keanggotaan organisasi ini. Sebaliknya, D8 justru kedatangan tambahan anggota sehingga negara-negara yang ada di dalamnya tidak lagi delapan, melainkan sembilan.
Anggota D8 yang kesembilan adalah Azerbaijan. Negara yang terletak di Asia Tengah tersebut mengumumkan bahwa mereka telah resmi bergabung dengan D8 pada Kamis, 19 Desember 2024. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan menyatakan bahwa mereka terpilih secara aklamasi sebagai anggota D8 pada KTT ke-11 yang diselenggarakan di Kairo, Mesir.
Pada 19 Maret 2025, Pemerintah Azerbaijan secara resmi menyerahkan dokumen ratifikasi Piagam D8 yang ditandatangani oleh Presiden Ilham Aliyev kepada Sekretariat Organisasi Kerja Sama Ekonomi D8 di Istanbul, Turki. Dengan demikian, Azerbaijan resmi menyelesaikan seluruh proses untuk menjadi anggota D8 secara penuh.
Tentu bukan tanpa alasan Azerbaijan memutuskan untuk bergabung bersama Indonesia dan negara-negara lainnya dalam D8. Azerbaijan melihat bahwa D8 dapat membantu mereka memajukan hubungan di bidang ekonomi dan perdagangan, transportasi, komunikasi, serta bidang penting lainnya demi mewujudkan keamanan, stabilitas, kemakmuran, dan kerja sama yang saling menguntungkan di kawasan.
Di sisi lain, diterimanya Azerbaijan sebagai anggota juga menunjukkan bahwa D8 merupakan organisasi yang terbuka dan siap membuka peluang baru demi mencapai tujuannya.
Tag: