Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemimpin utama Global South dalam tata kelola ekonomi dunia. Peran tersebut tercermin melalui partisipasi aktif Indonesia dalam berbagai forum kerja sama negara berkembang, terutama melalui forum D-8 (Developing Eight) yang menjadi wadah penting bagi negara-negara Muslim berkembang untuk memperkuat kolaborasi ekonomi global yang lebih seimbang.
Sebagai salah satu anggota kunci D-8, Indonesia mendorong penguatan kerja sama ekonomi antarnegara berkembang agar mampu menghadapi ketidakpastian global. Forum ini mempertemukan delapan negara dengan potensi ekonomi besar, yakni Indonesia, Turki, Iran, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Mesir, dan Nigeria yang bersama-sama berupaya memperkuat perdagangan, investasi, serta pembangunan berkelanjutan.
Mendorong Tata Kelola Ekonomi yang Lebih Adil
Dalam berbagai pertemuan D-8, Indonesia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi global harus berlangsung secara kuat, adil, dan inklusif. Akses pembiayaan internasional yang lebih setara serta penguatan kerja sama perdagangan antarnegara berkembang menjadi agenda utama.
Indonesia juga mendorong pengembangan skema pembiayaan inovatif, peningkatan konektivitas perdagangan, serta kolaborasi dalam ekonomi digital. Langkah ini penting agar negara-negara Global South tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga aktor utama dalam membentuk arah ekonomi dunia.
Sebagai contoh, Indonesia memperkenalkan praktik baik di bidang inklusi keuangan digital melalui sistem pembayaran QRIS, yang menunjukkan bahwa inovasi dari negara berkembang mampu menjadi solusi berbiaya rendah untuk memperluas akses ekonomi masyarakat.
Ketahanan Pangan dan Dimensi Kemanusiaan
Selain isu ekonomi, Indonesia juga mendorong D-8 untuk memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan. Dengan ratusan juta penduduk dunia masih menghadapi ancaman kelaparan, Indonesia menegaskan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan hak dasar manusia.
Indonesia juga mengangkat pentingnya pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Pengalaman Indonesia sebagai negara kepulauan di kawasan ring of fire memberikan perspektif penting dalam membangun sistem ketahanan yang lebih kuat di negara-negara berkembang.
Diplomasi Global South yang Konsisten
Komitmen Indonesia sebagai pemimpin Global South juga tercermin dalam berbagai forum multilateral lainnya. Diplomasi Indonesia terus mendorong reformasi tata kelola global agar lebih adil, representatif, dan responsif terhadap kebutuhan negara berkembang.
Melalui kerja sama seperti D-8, Indonesia menunjukkan bahwa negara-negara Global South tidak lagi hanya menjadi objek kebijakan global. Sebaliknya, mereka semakin berperan aktif dalam merumuskan agenda, solusi, dan arah baru bagi ekonomi dunia.
Dengan diplomasi yang inklusif, inovasi domestik yang adaptif, serta komitmen pada solidaritas antarnegara berkembang, Indonesia menegaskan dirinya sebagai penggerak penting dalam memperkuat posisi Global South di panggung global.
Tag: