Mar 12, 2026
Artikel

Melihat Peran Global South bagi Dunia: Dari Negara Berkembang Menjadi Kekuatan Ekonomi & Politik Global Abad ke-21

Pada dasarnya, D8 adalah wadah bagi negara-negara berkembang terutama yang berasal dari global south untuk berhimpun dan bekerja sama. Meski anggotanya berstatus negara berkembang, dampak dan kekuatan organisasi satu ini jelas tidak bisa dipandang remeh.


Diketuai oleh Indonesia mulai 2026 ini, D8 menghimpun kekuatan ekonomi negara-negara berpenduduk muslim dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Banyak isu di tengah situasi global dewasa ini yang jadi perhatian D8 mulai dari konflik di Gaza hingga pemberdayaan UMKM. Semua itu disatukan oleh semangat yang sama karena seluruh anggota D8 adalah negara berkembang dari global south.


Sudah banyak pandangan dan pemikiran dari para ahli mengenai vitalnya peran global south bagi dunia. Lembaga think thank Beyond the Horizon International Strategic Studies Group misalnya, pernah mempublikasikan kajian mengenai tampilnya global south di tengah tatanan dunia dengan berbagai dinamika yang mengelilinginya.


Menurut Beyond the Horizon, global south bukan lagi aktor pasif melainkan sudah memainkan peran penting di dunia. Buktinya, negara-negara berkembang di Asia, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Pasifik secara aktif menjalin kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan keamanan global. Aktivitas diplomatiknya pun kerap melibatkan pemimpin negara-negara maju seperti Donald Trump, Xi Jinping, dan Emmanuel Macron.


Semakin pentingnya peran global south juga terasa di lembaga-lembaga internasional seperti Dewan Keamanan PBB, IMF, Bank Dunia, serta G20. Dengan demikian, global north yang identik dengan negara-negara maju tak melulu mendominasi, melainkan diharuskan menjalin kemitraan yang saling menghormati dan inklusif, tak melulu bersifat transaksional alias "ada udang di balik batu".


Tentu saja bukan tanpa alasan global south ingin memainkan peran yang lebih besar di dunia ini. Banyak negara tak terkecuali Indonesia tengah berusaha menyeimbangkan hubungannya di antara kekuatan besar yang terdiri dari AS, Tiongkok, Eropa, dan Rusia. Bagi Indonesia ini tak mengherankan mengingat negeri ini teguh memegang prinsip "bebas aktif".


Dari segi ekonomi, global south tak ketinggalan berusaha terus menggenjotnya lewat berbagai inisiatif. Dalam beberapa tahun terakhir ini misalnya ada aliran investasi besar dari Timur Tengah ke ASEAN, pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas Afrika, dan yang paling fenomenal, Belt and Road Initiative (BRI), megaproyek infrastruktur global China yang bertujuan untuk menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika melalui jalur darat dan laut.


Semuanya tentu membutuhkan kerja sama antarnegara, tak hanya antarnegara berkembang di global south melainkan juga dengan global north. Di sini, global south kembali menegaskan posisinya dan perannya sebagai kekuatan ekonomi dan politik global yang tak semestinya diabaikan, melainkan dirangkul oleh negara-negara maju.


Dengan kondisi seperti saat ini, global south bisa berkontribusi kepada pembangunan sistem internasional yang lebih mantap dan inklusif. Syaratnya, negara-negara maju harus melibatkan global south sebagai mitra yang setara, bukan sekutu bawahan atau pesaing. Dengan langkah tersebut, stabilitas dan keuntungan bersama pun bisa diraih.


Artikel Lainnya