Negara-negara anggota Developing-8 (D-8) terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar stabilitas ekonomi global yang signifikan. Dengan mencakup 15,6 persen populasi dunia atau sekitar 1,2 miliar jiwa, organisasi ini kini menyumbang 4,5 persen terhadap PDB global dengan nilai mencapai 4,9 triliun USD.
Melalui penguatan kolaborasi antarnegara berkembang, D-8 berkomitmen untuk menjawab tantangan global kontemporer, mulai dari ketahanan pangan hingga kemandirian energi berkelanjutan.
Kinerja perdagangan negara-negara D-8 menunjukkan tren positif yang stabil. Dalam kurun waktu 2020 hingga 2024, nilai ekspor D-8 mencatat peningkatan sebesar 9,1 persen. Sektor manufaktur dan energi tetap menjadi mesin pertumbuhan utama dengan produk unggulan berupa sirkuit elektronik dan minyak petroleum.
Berdasarkan data infografis yang dirilis Sekretariat Negara pada 2024, konektivitas perdagangan D-8 makin solid dengan mitra strategis global. Tiongkok, Amerika Serikat, Singapura, Jerman, dan Jepang menjadi tujuan ekspor utama, yang menegaskan peran penting negara-negara anggota dalam rantai pasok global (Infografis: Setneg).
Mendorong Transisi Energi Terbarukan
Di tengah dinamika iklim dunia, D-8 memprioritaskan transisi menuju sistem energi bersih. Riset terbaru menunjukkan bahwa Investasi Asing Langsung (FDI) memegang peranan krusial sebagai pendorong utama (top-down mechanism) dalam meningkatkan kapasitas infrastruktur energi terbarukan di negara-negara anggota.
Temuan penting dari studi periode 2000-2023 mengungkapkan bahwa manfaat FDI terhadap transisi energi akan semakin optimal apabila didukung oleh tingkat globalisasi yang tinggi. Globalisasi berperan dalam:
Transfer Teknologi: Mempercepat difusi inovasi teknologi hijau antarnegara.
Konvergensi Kebijakan: Mendorong standarisasi lingkungan internasional di tingkat domestik.
Akses Pasar: Membuka jalur ekspor bagi peralatan dan layanan energi terbarukan.
Negara anggota seperti Malaysia dan Türkiye telah menunjukkan keberhasilan dalam mengonsolidasikan pasar energi yang liberal untuk menarik minat investor multinasional dalam proyek energi terbarukan skala besar. Sementara itu, aliran dana remitansi di negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan Nigeria turut berkontribusi secara signifikan pada pengembangan sistem energi bersih di tingkat rumah tangga dan proyek microgrid.
Menindaklanjuti keberhasilan D-8 Week di Baku, Azerbaijan pada Oktober 2025, organisasi ini semakin fokus pada implementasi D-8 Decennial Roadmap 2020–2030. Fokus utama ke depan mencakup penguatan koordinasi kelembagaan, pembangunan infrastruktur hijau, dan penciptaan kota berkelanjutan yang tangguh terhadap perubahan iklim.
"Optimalisasi manfaat modal asing hanya dapat dicapai melalui ekonomi yang terintegrasi secara global dan kerangka kerja institusional yang kuat," tegas Sekretariat D-8. Dengan visi ini, D-8 optimis dapat memimpin transisi energi yang inklusif sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi negara-negara berkembang di pasar internasional.